Strategi Dalam Memilih & Membeli Saham Untuk Investor Pemula

Strategi Dalam Memilih & Membeli Saham Untuk Investor Pemula

Banyak orang beranggapan bahwa investasi saham itu haram karena judi ataupun seperti kasino, semuanya itu salah. Orang bisa saja beranggapan seperti itu karena kurangnya pengetahuan tentang ilmu yang dimilikinya khusunya dipasar modal, sehingga beranggapan bahwa saham itu haram, kalau dipraktek dalam kehidupan sehari-haripun jual beli tanah, telor, ayam, ataupun barang atau jasa dalam prinsip ini hampir sama orang yang jual mendapatkan uang karena menjual barangnya atau jasanya sedangkan orang yang membeli mendapatkan barangnya sesuai apa yang dibutuhkannya atau diinginkannya begitupun saham kita membeli saham karena saham itu perusahaannya jelas maksunya perususahaan itu jelas yaitu perusahaan tersebut menjual produk barang maupun jasa sesuai dengan kriteria apa yang telah ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan.

Perusahaan yang mencatatkkan sahamnya dibursa efek wajib menyampaikan segala informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan masyarakat umum mengenai apa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut sehingga pemegang saham yang membeli perusahaan tersebut bisa mengetahui isi perusahaan baik dalam maupun luar perusahaan sehingga ada keterbukaan antara pemegang saham dan perusahaan. Ada juga orang mengatakan bahwa investasi saham itu hanya kalangan menengah keatas atau hanya orang-orang yang berduit sehingga bisa berinvestasi saham tetapi dalam prakteknya banyak pelajar, mahasiswa, pedagang, guru dan profesi lainya yang berinvestasi saham dengan modal Rp.100.000,- sudah bisa berinvestasi saham. Bagi anda yang belum faham apa itu saham yang pertama sebaiknya anda mengerti apa itu saham dalam devinisi saham yaitu merupakan instrument keuangan yang sangat terkenal bagi industri keuangan karena banyak keuntungan didapat dari investasi saham saham dapat didefinisikan sebagai bukti penyertaan modal seseorang atau pihak (Badan Usaha )dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jika investor atau pemodal tersebut memiliki saham dari perusahaan tersebut maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas dari aset perusahaan, dan memiliki hak hadir dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Dari beberapa yang perlu diketahui diatas hanya sekilas tentunya masih banyak lagi tentang efek-efek yang ada dipasar modal bisa saham, obligasi, derivatif tetapi yang kali ini dibahas yaitu saham dan bagaimana strategi dasar, trik memilih, membeli, dan menjual saham dengan mengkombinasikan analisis teknikal dan analisis fundamental untuk analisis teknikal sendiri yaitu untuk membeli atau menjual saham dan untuk analisis fundamental yaitu untuk memilih saham mana saja yang potensial dan saham yang baik untuk diinvestasikan atau untuk trading. Tentunya dalam pembahasan kali ini banyak orang yang menanyakan bagaimana cara agar bisa memilih saham? dan bagaimana cara yang tepat masuk dalam posisi membeli dan menjual saham? tentunya kita agar meminimalisir suatu risiko untuk berinvestasi saham perlu kita pelajari yang namanya stateginya untuk memilih, membeli, dan menjual saham.

Pernah denger Warren Buffet orang paling kaya daam bukunya bahwa investor atau pemodal dalam membeli saham sama saja pemodal atau investor ini membeli suatu bisnisnya maka dari itu dalam berinvestasi saham perlu yang namanya strategi dalam berinvestasi saham khusunya pagi para pemula yang baru terjun dalam investasi saham. Dalam membeli saham alangkah baiknya pemodal atau investor mengetahui dalam memilih saham apakah saham tersebut layak untuk diinvestasikan atau untuk buat trading dan perlu investor atau pemodal ketahui jadilah orang yang tepat dalam memilih suatu saham karena akan mmenuntukan posisi apakah saham itu layak atau tidak bagaimana mentukan saham itu layak atau tidak pertama pemodal atau investor mencari informasi bisnisnya seperti apa apakah banyak yang diminati produk daari perusahaan tersebut, dan yang kedua yaitu bagaimana prospek untuk dimasa yang akan datang apakah perusahaan tersebut prospeknya bagus untuk jangka panjang atau tidak dalam menganalisa suatu saham tentunya kita harus teliti dan jelih.

Untuk strategi memilih dan membeli saham bagi investor atau trader pemula ada dua kombinasi yang pertama teliti memilih saham dengan analisis fundamental dan yang kedua Teliti membeli dan menjual saham dengan analisis teknikal sebagai berikut penjelasnnya :
1. Teliti Memilih Saham Dengan Analis Fundamental
Berinvestasi saham bukan hanya jual pada saat harga tinggi dan beli pada saat harga rendah dan tanpa didasari analisa tapi perlu kita memperhatikan bagaimana cara memilih perusahaan yang tepat dalam membeli saham atau bisnis dari saham tersebut sebelum kita membeli saham tersebut perlu kita perhatikan yaitu pertama prospek bisnis dari perusahaan tersebut perlu diketahui bagaimana prospek bisnisnya apakah perusahaan itu baik untuk masa depan atau tidak, apakah selalu mendapatkan laba yang konsisten atau bahkan rugi dan kita melihat dari produknya kenalilah produk dari perusahaan tersebut apakah banyak dibutuhkan oleh masyarakat maka perlu diketahui bahwa produk yang dibutuhkan oleh masyarakat biasanya perusahaan tersebut selalu mendapatkan laba yang konsisten bahkan tinggi prospek bisnisnya jangan sampai kita membeli saham perusahaan tetapi tidak mengetahui akan produk dan bisnisnya maka kemungkinan besar kita bukannya mendapatkan keuntungan malah jadi buntung atau rugi.
Yang Kedua yaitu kenalilah terlebih dahulu perusahaan tersebut atau yang kita ketahui perusahaan tersebut sebelum memutuskan membeli saham dalam analisa fundamental untuk investor pemula lebih baik mengenal perusahaan, produk, dan bisnis kedepan karena kalau kita sudah faham maka boleh langsung untuk menganalisa perhitungan kevaluasi saham. Tetapi dalam menggunakan analis fundamental yang kali ini dibahas yaitu lebih kemikro perusahaanya tidak perlu kita mempelajari terlalu dalam tentang perhitungan tentang analisa fundamental untuk investor pemula yang paling penting diketahui bagaimana prospek bisnisnya, laba dari perusahaanya, penjualannya dan apa yang dijual produknya sehingga bisa dianalisa bahwa perusahaan atau saham ini jelas untuk dinvestasikan dimasa yang akan datang. Sekilas pengertian Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) merupakan metode analisa memperhintungkan berbagai faktor seperti kondisi ekonomi dari suatu negara, kebijakan ekonomi, baik dari segi makro ekonomi maupun mikro ekonomi. Kita melihat dari dua faktor dalam menganalisa yaitu yang pertama Top Dwon : Ekonomi, Industri, dan Perusahaan sedangkan yang kedua yaitu Buttom Up : Perusahaan, Industri, Ekonomi. Pada intinya dalam menggunakan analisa fundamental yaitu investor atau pemodal bisa mengetahui apakah harga dari suatu saham tersebut bisa dikatakan mahal (Overvalued) atau murah (Undervalued) sehingga apakah perusahaan tersebut bisa untuk diinvestasikan atau menunggu waktu yang tepat untuk membeli saham dari perusahaan yang dianalisa dengan menggunakan analisis fundamental tersebut. Yang paling penting dalam menggunakan analisa fundamental sebagai investor tidak perlu terpengaruh oleh fluktuasi pergerakan harga yang ada dipasar sehingga psikologi dari pemodal tidak tergangu akan adanya rumor-rumor dan fluktuasi harga yang tidak terduga-duga atau rumor yang menyesatkan. Jika masih awal dalam berinvestasi saham paling penting carilah perusahaan yang anda kenal dan ketahui bisnisnya dan prospek bisnis masa depannya.
1. Teliti Membeli Dan Menjual Saham Dengan Analisa Teknikal
Setelah pemodal atau mengetahui prospek bisnis, laba perusahaan, produk dari perusahaan tersebut maka yang perlu diperhatikan oleh investor pemula yang baru pertama masuk dalam dunia Capital Market khusunya saham. Untuk investor jangka panjang dan maupun jangka pendek sangat penting dalam menganalisa saham, memilih dengan analisa fundamental sedangkan untuk membeli dan menjual saham yaitu dengan analis teknikal. Secara teori Analisis teknikal adalah teknik untuk memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator pasar saham lainnya berdasarkan pada data pasar historis seperti informasi grafik harga dan volume. Dalam analis teknikal secara teknis kita bisa mengetahui atau bisa memprediksi harga dimasa yang akan datang dengan melihat pergerakan harga dan pola-pola dimasa lalu. Investor dan trader dalam mengambil suatu keputusan untuk membeli atau menjual saham dengan menggunakan metode analis teknikal tetapi harus didasari oleh data-data harga dan volume perdagangan saham di masa lalu agar bisa mengetahui bagaimana suatu pola atau harga dimasa yang akan datang. Informasi atau data masa lalu sangatlah penting karena akan mendasari prediksi analisanya atas pola perilaku harga saham dimasa yang akan datang sehingga investor dan trader bisa menentukan apakah saham tersebut bisa untuk dibeli atau dijual. Pola-pola pergerakan harga saham dalam analis teknikal mengunakan pola-pola chart tetapi yang dibahas dalam artikel ini sekarang mengunakan grafik batang (Bar Chart) karena secara umum banyak digunakan juga oleh para investor maupun trader untuk harian, mingguan, bulanan, mapun tahunan dalam menentukan keputusan beli atau jual dan bisa dimengerti oleh para investor khususnya bagi pemula. Yang perlu diingat dalam bagian terpenting dari grafik batang (Bar Chart) adalah investor atau pemodal harus mengetahui atau identifikasi harga pembuka dan harga penutup. Harga pembuka memiliki arti penting karena mencerminkan psikologi dari para pelaku pasar sebagai pertimbangan untuk menentukan saham apakah teralu mahal atau tidak. Harga penutup memiliki arti penting karena mencerminkan trader dan investor yang bersedia mengambil posisi overnight. Bar chart biasanya juga disertai dengan bar chart tambahan di bagian bawah yang menunjukkan volume perdagangan harga saham.
Pagi para investor atau trader dalam menentukan jual atau beli biasanya mengunakan indikator stochastic karena indicator ini tidak terlalu sulit dan bisa menentukan investor dan trader menuntukan kapan beli atau jual saham. Pembuat indikator stochastic ini adalah George C. Line dikembangkan pada tahun 1950an, dalam kegunaan indikator ini yaitu untuk mendeteksi kondisi jika perdagangan terjadi junuh beli (Overbought) dan jenuh jual (Oversold), indikator stochastic dibagi dua jenis yaitu Stochastic Fast dalam grafik atau indikator ini cenderung sulit dibaca karena pergerakannya cepat berbeda dengan Stochastic Slow indikator ini cenderung lebih mudah dibaca karena sesuai dengan pergerakan pasar tetapi yang kali ini dibawah yaitu Stochastic Slow yang paling umum dibahas dan mudah dalam menentukan posisi beli atau jual. Indikator Stochastik memiliki dua garis dalam osilator, yang bisa disebut dengan garis %K (biasanya berwarna selain warna merah) dan garis %D (garis sinyal, biasanya diberi warna merah) dalam kedua garis ini berkisar dalam skala vertical 0-100. Jika garis menembus diatas level 80 disebut Overbought (Jenug Beli), sedangkan jika di bawah garis level 20 disebut dengan level Oversold (Jenuh Jual). Jika garis dari kedua tersebut berpotongan disinyal overbought maupun oversold. Begitupun sebaliknya Garis %K jika memotong kebawah ke garis %D atau jika sudah masuk diposisi Overbought maka menandakan sinyal jual sedangkan jika %K memotong ke atas garis %D sudah masuk dalam posisi Oversold menandakan sinnyal beli. Perlu investor dan trader ingat bahwa jika terdapat sinyal Overbought bisa diabaikan jika suatu harga berada dalam tren (Bullish) naik yang kuat dan jika terdapat sinyal Oversold dapat juga diabaikan jika berada dalam tren (Bearish) turun yang kuat pula.

Akhmad David
ISP Jakarta
akhmaddavid.ae@gmail.com