• Berita,
  • Investasi

Darurat SDM Tersertifikasi oleh TICMI

KOMUNITASISP.COM - Pada tanggal 20 Desember 2016 lalu, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat peningkatan jumlah investor secara signifikan sebesar 104,88% menjadi 886.574 orang. Tentunya ini adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi kita warga Indonesia, karena semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya berinvestasi di pasar modal Indonesia (Bisnis Indonesia). Namun sayangnya, peningkatan jumlah investor tersebut tidak diimbangi pula oleh peningkatan jumlah tenaga tersertifikasi oleh TICMI. TICMI adalah lembaga pendidikan dan pengembangan profesi pasar modal di Indonesia yang mempunyai program pelatihan dan sertifikasi Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Manajer Investasi dan Wakil Penjamin Emisi Efek.

Bayangkan saja, dari 886.574 jiwa yang sudah menjadi investor, pemegang izin WPPE yang tersertifikasi hanya sebesar 8.000 jiwa, itupun yang aktif hanya berkisar 2.000 jiwa. Ini sangat memprihatinkan sekali, karena secara tidak langsung, bertambahnya jumlah pemegang sertifikasi pasar modal juga akan memengaruhi jumlah investor di pasar modal kita. Karena diharapkan bagi pemegang sertifikat pasar modal untuk turut mensosialisasikan tentang bagaimana cara berinvestasi yang benar di pasar modal Indonesia secara meluas. Banyak sekali pemegang sertifikat keahlian WPPE yang mayoritas juga hanya berada di Jakarta.

"Peran TICMI sebagai 'pintu' alternatif bagi para Lulusan Perguruan Tinggi dalam menentukan langkah saat berkarir nantinya, sehingga yang selama ini mungkin hanya ingin jadi pegawai Bank atau pegawai kantor, bisa berpeluang menjadi Broker Dealer atau seorang Manajer Investasi. TICMI tidak hanya memberikan edukasi tentang pasar modal secara komprehensif, tetapi juga sebagai pintu masuk pertama pembekalan serta pematangan para peserta didik sampai mendapatkan Sertifikasi Standar Profesi Pasar Modal nantinya," tutur Idris Efendi yang juga merupakan ketua dari komunitas Investor Saham Pemula regional Surabaya, yang dikutip dari kegiatan meet up rutin bulanan pada tanggal 10 Maret 2017 yang diselenggarakan di salah satu cafe daerah Ketintang, Surabaya.

"Untuk kedepannya saya berharap, agar TICMI dapat mendukung serta memfasilitasi dengan memberikan beasiswa pada relawan-relawan sosial di dunia pasar modal seperti para anggota Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) ini yang telah turut andil dalam memperkenalkan pasar modal pada masyarakat akar rumput, agar nantinya saat para anggota ISP lulus dari bangku perkuliahan, dapat langsung berkarya di pasar modal dan mendapatkan Sertifikat Profesi Pasar Modal sesuai kemampuannya masing-masing," tuturnya menutup perbincangan pada acara meet up tersebut.

Handika
setiawanhandika@gmail.com
(ISP Surabaya)